About Me

"Strategi untuk menjadi pemenang di Bulan Ramadhan"










Kajian khusus persiapan Ramadhan (20)

"Strategi untuk menjadi pemenang di Bulan Ramadhan"

Hakekat pemenang Ramadhan adalah mereka yang meraih ampunan Allah atas upaya mensucikan dirinya secara maksimalnya di bulan Ramadhan. Rasulullah menegaskan, "Celaka mereka yang mendapatkan Ramadhan namun dosa dosanya tak diampuni".

Jelas tidak gampang untuk meraih kemenangan di bulan Ramadhan mengingat secara matematis kekuatan Syetan sangat besar dan penuh strategi jitu. Jika kita menghadapinya dengan cara biasa maka mustahil kita akan mampu menjadi pemenang di bulan Ramadhan.

Terkait melawan strategi Syetan, para Sufi mengajarkan 2 jurus mumpuni agar kita memenangkan pertarungan. Kata mereka setidaknya ada 2 strategi untuk mengalahkan setan, yaitu menyadari betapa menetukan bantuan Allah di dalam menghadapi rencana jahat setan. Setan haruslah kita anggap sebagai seekor anjing yang dimiliki atau dikuasai Tuhan.

Dengan demikian, jika Anda ingin menemui Tuhan maka ketika Anda digongong setan, Anda haruslah meminta pertolongan yang memiliki atau menguasai setan tersebut. Anda tidak perlu meladeni gonggongan setan, karena itu akan percuma, Anda cukup hanya dengan mengontak yang menguasai setan agar ia tidak menggaggu atau menyerang Anda, pasti Anda akan selamat.

Melawan setan dengan hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri adalah kemustahilan.
Cobalah Anda bayangkan, jika Anda diserang oleh banyak orang sementara yang menyerang Anda tidak sendirian dan Anda tidak dapat melihat mereka, tentu saja Anda pasti akan menerima kehancuran. Demikian pula Anda sekarang ini, di dalam keadaan yang seperti itu. Jadi, hadapilah setan yang menyerang kita secara licik dan curang dengan mengandalkan bantuan Allah yang menguasi setan. Memohonlah akan bantuan Allah untuk menghadapi segala bentuk rencana jahat setan, karena permohonan kita akan dijawabnya dengan baik. Bahkan kata Rumi dalam Matsnawinya, ketika anda memohon sekali, maka seratus jawaban dari Tuhan akan Anda terima.

"Setiap saat mengandung seratus pesan dari Tuhan : Pada setiap sekali seruan Ya Tuhan, Dia menjawab seratus kali : "Aku di sini”

Lagi pula, siapakah yang tidak akan selamat dari segala bahaya serta terangkat dari segala bentuk kesulitan dan penderitaan apabila Allah telah bersama-Nya. Walaupun ribuan perangkap setan telah disebarkan untuk menghancurkan kita, selama Allah bersama kita maka semua usaha itu akan menjadi sia-sia. Sangat tepat apa yang dikatakan Rumi :

“Ada seribu perangkap di kaki kita sekalipun, selama engkau bersama Kami, kesulitan tidak ada”

Jalan yang kedua untuk mengindari serangan setan yang berefek buruk atas perjalanan manusia menuju Tuhan adalah tidak membiarkan di dalam hati kita berbagai santapan atau makanan dan keadaan yang sangat disukai setan.

Perlu diingat, setan memerlukan makan dan tempat tinggal. Jika di dalam hati kita terdapat banyak santapan yang disukai setan dan hati kita dipenuhi keadaan yang disukainya, maka jangan salahkan jika kita selalu menjadi sasaran empuk setan. Ibarat seekor anjing kelaparan, itulah setan. Ketika anjing melihat makanan yang disukainya ada disuatu tempat maka anjing itu akan menyerbunya.
Segala teriakan kita untuk mengusirnya tidak akan digubrisnya. Bahkan, terkadang teriakan pemilik anjing tersebutpun tidak digubrisnya sama sekali karena saking laparnya.

Artinya, ketika Anda diserang setan, boleh jadi karena banyak santapan yang disukai setan di dalam hati Anda, atau kedaan di dalam hati Anda sangat nyaman untuk hidup mereka. Jika demikian keadaannya, maka tidaklah aneh jika Anda kewalahan untuk melawan atau mengusir setan. Ribuan kali Anda berteriak atau memanggil-manggil Tuhan jika makanan itu tidak Anda singkiran maka semua harapan Anda kepada Tuhan akan menjadi sia-sia. Semua itu karena kesalahan Anda telah membiarkan hati Anda dipenuhi makanan yang disukai setan. Jika sekali Anda mengusirnya-maka, karena makanan yang disukainya masih ada di dalam hati Anda, ia akan datang kedua kalinya untuk menyantap santapan itu. Begitu pula seterusnya.

Dengan demikian, berlindung kepada Allah sekalpun untuk mengusir setan akan menjadi tidak efektif selama santapannya masih memenuhi hati Anda. Untuk itu, kata para Sufi, Mulailah Anda menyingkirkan segala makanan yang disukai setan itu di dalam hati Anda, niscaya Anda akan selamat.

Selain itu, janganlah Anda membiarkan hati Anda nyaman untuk setan. Buatlah agar kondisi hati Anda menjadikan setan tidak betah untuk tinggal di dalam hati Anda. Membiarkan kondisi hati Anda nyaman dan cocok untuk setan tentu saja akan membuat setan sekuat tenaga untuk tinggal di dalam hati Anda. Juga kata Sufi, setan itu kumbang untuk ruhani kita, jika ruhani kita dipenuhi kotoran maka yang akan selalu hadir di dalam hati adalah kumbang. Benar apa yang dikatakan Rumi ;

"Taman adalah tempat tinggal burung bulbul :

Kotoran bertimbun hanya cocok untuk kumbang".
++++++++++++

Aguz Suriyaman
Analis dan Konsultan Mesin Kecerdasan