Hari Arafah adalah hari ke-9 dalam bulan Dzulhijjah dan merupakan hari ke-2 dalam ritual ibadah haji. Hari Arafah merupakan hari yang istimewa karena pada hari itu Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang berkumpul di Arafah kepada para malaikat. Arafah merupakan sebuah hamparan yang luas, tempat dimana Nabi Muhammad SAW berpidato di depan umatnya untuk yang terakhir kali.
Pada Hari Arafah semua umat muslim yang menunaikan ibadah haji di Mekkah sedang berkumpul di Arafah dan melakukan wukuf, Ada banyak keutamaan dan keistimewaan di hari Arafah ini, di antaranya sebagai berikut:
Puasa Arafah Menjadi Penggugur Dosa
Pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah agar mendapat ganjaran yang maksimal.
Sesuai yang tertera dalam hadis yang berbunyi:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Doa yang Mustajab
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)
Setiap amalan doa di hari yang baik ini hendaklah dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, yaitu pada waktu sahur, waktu menjelang shubuh, ba’da Ashar sampai tenggelam matahari. Semua waktu tersebut merupakan waktu diijabahnya doa-doa kita.
Hari Disempurnakannya Agama Islam
Dalam shahihain (Bukhari-Muslim), ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada ‘Umar : “Ada ayat dalam kitab kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari ‘ied).” “Ayat apakah itu?” tanya ‘Umar. Ia berkata, “(Ayat yang artinya): Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” ‘Umar berkata, “Kami telah mengetahui hal itu yaitu hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri di ‘Arafah pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari Muslim)
Oleh karena itu, kita diperintah untuk menjauhi amalan yang tidak ada tuntunan, tidak menambah atau membuat-buat ajaran baru yang tidak dicontohkan.
Mengingatkan Kepada Kematian
Rasulallah SAW bersabda:
“Pakailah oleh kalian pakaian yang putih karena itu termasuk pakaian yang paling baik. Dan berilah kafan pada orang mati di antara kalian dengan kain warna putih.” (HR. Abu Daud).
Hal itu secara tidak langsung mengajarkan kita untuk mengingat kematian, sebab kain kafan berasal dari kain berwarna putih. Kematian adalah hal yang pasti kita akan kita alami.
Status Kaya dan Miskin Sama di Padang Arafah
Ketika berada di Padang Arafhm, seluruh umat muslim di dunia memiliki derajat yang sama di sisi Allah, karena kain ihram yang dikenakan pun sama, yang membedakannya hanyah iman dan takwa. Sebagaimana yang tertulis dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Pada Hari Arafah semua umat muslim yang menunaikan ibadah haji di Mekkah sedang berkumpul di Arafah dan melakukan wukuf, Ada banyak keutamaan dan keistimewaan di hari Arafah ini, di antaranya sebagai berikut:
Puasa Arafah Menjadi Penggugur Dosa
Pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah agar mendapat ganjaran yang maksimal.
Sesuai yang tertera dalam hadis yang berbunyi:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Doa yang Mustajab
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)
Setiap amalan doa di hari yang baik ini hendaklah dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, yaitu pada waktu sahur, waktu menjelang shubuh, ba’da Ashar sampai tenggelam matahari. Semua waktu tersebut merupakan waktu diijabahnya doa-doa kita.
Hari Disempurnakannya Agama Islam
Dalam shahihain (Bukhari-Muslim), ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada ‘Umar : “Ada ayat dalam kitab kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari ‘ied).” “Ayat apakah itu?” tanya ‘Umar. Ia berkata, “(Ayat yang artinya): Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” ‘Umar berkata, “Kami telah mengetahui hal itu yaitu hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri di ‘Arafah pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari Muslim)
Oleh karena itu, kita diperintah untuk menjauhi amalan yang tidak ada tuntunan, tidak menambah atau membuat-buat ajaran baru yang tidak dicontohkan.
Mengingatkan Kepada Kematian
Rasulallah SAW bersabda:
“Pakailah oleh kalian pakaian yang putih karena itu termasuk pakaian yang paling baik. Dan berilah kafan pada orang mati di antara kalian dengan kain warna putih.” (HR. Abu Daud).
Hal itu secara tidak langsung mengajarkan kita untuk mengingat kematian, sebab kain kafan berasal dari kain berwarna putih. Kematian adalah hal yang pasti kita akan kita alami.
Status Kaya dan Miskin Sama di Padang Arafah
Ketika berada di Padang Arafhm, seluruh umat muslim di dunia memiliki derajat yang sama di sisi Allah, karena kain ihram yang dikenakan pun sama, yang membedakannya hanyah iman dan takwa. Sebagaimana yang tertulis dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
