Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: (1) jika diberi amanat, khianat; (2) jika berbicara, dusta; (3) jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; (4) jika berselisih, dia akan berbuat zalim.” (HR. Muslim no. 58)
1. Berkhianat dan tidak amanah
Banyak orang ingin punya jabatan, ingin punya posisi tertentu. Tapi tidak sadar bahwa jabatan adalah amanah. Jabatan dan posisi yang diinginkan sebenarnya ibarat meminta pada jalan berduri. Nampak bahwa itu adalah sesuatu yang harusnya dihindarkan tapi sebaliknya kita mengejarnya.
Ingatlah bahwa orang yang tidak amanah dan menyalahgunakan amanah yang ada padanya adalah pengkhianat. Mereka adalah orang munafik yang dipandang sangat buruk. Tidak hanya oleh orang-orang di dunia tapi Allah pun membenci orang-orang ini.
2. Dusta, penuh kebohongan
Lisan diciptakan oleh Allah bukan sebagai alat untuk bermaksiat kepada-Nya. Lisan diciptakan untuk ladang amal dan alat menuju ridho-Nya. Maka cukuplah perkataan bohong sebagai sesuatu yang buruk dan tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beriman.
Tidak ada orang di dunia ini yang mau dibohongi. Dan tidak ada yang suka dengan kebohongan. Maka, cukuplah orang munafik gelar yang tepat bagi orang-orang yang hatinya senang berdusta dan lisannya tidak berisi kebaikan tapi hanya dusta pula.
3.Ingkar Janji
Waspadalah pada janji. Dalam Islam janji bukan perkara mudah. Janji harus dipertanggungjawabkan. Maka ini berkaitan dengan perkataan sebelumnya bahwa lisan harus dijaga. Jangan sembarang membuat janji padahal sadar tidak akan dapat menepatinya.
Allah dan Rasulnya tidak pernah mengajarkan orang Islam untuk memungkiri janji. Kita diajarkan berkahlak baik dan tidak semena-mena dengan orang lain. Sebab janji selalu berhubungan dengna orang lain. Ingkar janji berarti kitatelah merusak hubungan dengan orang lain.
4.Zalim saat orang lain berselisih dengannya
Curang dan zalim adalah dua perkara yang juga buruk dalam akhlak dan beragama. Orang munafik memiliki hati yang sempit. Ia tak suka orang lain menyelisihinya. Jika ada, maka tak segan ia berlaku zalim dan tidak peduli akan kebaikan sedikitpun.
Ingatlah bahwa kebenaran hanya milik Allah tidak pantas bagi manusia untuk merasa diri paling benar. Cukuplah Allah tempat kita kembalikan semua perselisihan dan jangan sekali-kali berlaku zalim.
