Dahulu kala, ketika pasukan muslim sedang berperang melawan Kekaisaran Persia, pasukan muslim kalah di awal pertempuran. Lalu komandan mereka, Sa'id bin Abi Waqqas mengumpulkan pasukan dan mengevaluasi mengapa pasukannya bisa kalah pada saat itu. Semuanya terlihat di bawah kendali, pasukan banyak, kekuatan para pasukan bagus, lalu apa yang membuatnya kalah?
Sang komandan pun menyimpulkan bahwa kekalahannya itu merupakan hukuman dari Allah SWT. Lalu Sa'id memerintahkan setiap prajurit untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, meskipun pada kenyataannya para prajuritnya itu merupakan muslim yang baik dan taat. Kemudian Sa'id mencari kelemahan mereka dari seluruh sunnah Rasul.
Akhirnya, Sa'id menyadari bahwa kelalaian dari pasukannya dikarenakan mengabaikan sunnah Rasul yaitu siwak. Siwak merupakan akar pohon yang digunakan sebagai pembersih gigi. Aneh memang jika pasukan muslim ini kalah hanya karena tidak menggunakan siwak. Apa hubungannya siwak dengan perang? Sa'id menegaskan bahwa mereka kalah karena tidak menyikat gigi lima kali sehari dengan siwak, seperti yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.
Dikarenakan kelalaiannya itu, Sa'id memesan batang siwak dan langsung dibagikan kepada seluruh prajurit. Mereka pun tunduk kepada Sang Komandan dan melakukan perintahnya.
Sementara itu, pasukan Persia telah mengirimkan mata-mata dan masuk ke markas pasukan muslim. Ketika mata-mata itu memasuki markas, ia melihat pasukan muslim sedang menggosok gigi mereka dengan siwak. Seketika mata-mata itu ketakutan dan lari. Ia mengira pasukan muslim sedang mengasah gigi mereka dan mempersiapkan diri untuk memakan pasukan Persia hidup-hidup layaknya kanibal.
Sang mata-mata langsung melaporkan hal ini kepada pemimpin pasukan Persia. Pasukan Persia merasa panik. Sebagian dari mereka pun meninggalkan bentengnya. Dikarenakan hal tersebut, pasukan muslim pun dengan mudah mengalahkan pasukan Persia.
Dari cerita di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada hal yang sepele tentang mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Apapun sunnahnya (terlepas dari manfaat ilmiahnya), pasti baik dan berdampak positif untuk kita, baik itu untuk kesehatan tubuh atau ketenangan hati.
Di Hari Jum'at yang berkah ini, mari kita laksanakan sunnah-sunnah Rasul yang telah beliau ajarkan kepada kita. Semoga dengan melaksanakannya, hari-hari kita dipenuhi keberkahan. Aamiin.
